|
Menakertrans mengatakan tenaga-tenaga kerja di sektor informal seperti, pelawak, artis, komedian, penyanyi dan pelaku seni budaya tradisional termasuk dalam profesi yang patut mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Hal ini sangat terasa dibutuhkan pada saat mereka menderita sakit, kecelakaan, memasuki usia tua bahkan saat dijemput sang maut. Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah kepesertaan Jaminan Sosial bagi tenaga kerja informal di Indonesia, Menakertrans akan mendorong PT Jamsostek untuk terus-menerus mensosialisasikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 24 tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Bagi Tenaga Kerja Yang Melakukan Pekerjaan Di Luar Hubungan Kerja. Jaminan Sosial bagi tenaga kerja di sektor-sektor informal itu meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan. Demikian disampaikan Menakertrans Erman Suparno saat menjenguk pelawak Timbul di Rumah Sakit Pelni Petamburan Jakarta pada Selasa (20/1). Pada kesempatan ini, Menakertrans menyampaikan pesan dari Presiden Susilo bambang Yodhoyono berserta ibu negara yang menitipkan salam dan mendoakan semoga pak Timbul cepat sembuh. Dijelaskan, proses dan tata cara keikutsertaan Jaminan sosial tenaga kerja informal cukup mudah. Langsung saja datang ke perwakilan PT Jamsostek yang ada didaerah-daerah di seluruh Indonesia dengan melalui wadah organisasinya yang telah dibentuk oleh masing masing kelompok pekerja. \" Nanti akan dilayani dengan baik, sangat fleksibel dan gampang. Begitu sudah masuk Jamsostek 1 tahun itu sudah bisa mendapat bantuan modal usaha dengan bunga sangat murah yaitu 3 % per tahun, sangat murah. Saya ingin bisa membantu keluarga-keluarga seniman ini untuk berwirasuha yang penting halal,\" Katanya. Menakertrans menambahkan dirinya termasuk orang yang concern dengan keberadaan seni budaya tradisional di Indonesia. \"Saya telah membentuk wadah dengan anak-anak seniman tradisional yang tergabung dalam Himpunan Seni Budaya Tradisional Indonesia, saya sebagai ketua umumnya. Kemudian untuk komedian atau pelawak dibentuk Persatuan Artis Komedi Indonesia (PASKI) saya itu Ketua Pembinanya. Ini supaya kelompok-kelompok ini ada wadahnya sehingga komunikasi dan pengakuan dari masyarakat terwadahi,\" ujar Erman. Saat menjenguk Pelawak Timbul yang sedang dirawat di RS Pelni Petamburan, Menakertrans mengatakan bahwa Timbul adalah maestro seni budaya tradisional yang dianugrahi bakat sebagai seniman serba bisa. Oleh karena itu atas nama pemerintah dan atas nama pemerintah ikut berdoa mudah mudahan pak timbul sakitnya bisa sembuh, alhamdulillah keadaannya sudah mulai membaik, dibandingkan masuk rumah sakit pertama. Sekarang sudah bisa berkomunikasi, ketika saya datang bisa mengucapkan terima kasih, walaupun suaranya lemah. Kita doakan mudah-mudahan cepat sembuh. Secara pribadi, Menakertrans mengaku mengenal dekat dengan Timbul saat bersama-sama membesarkan nama Ketoprak Humor. ”Terus terang Saya pengagum Pak Timbul sebagai seniman serba bisa. Kemudian waktu ketoprak itu terpuruk dan gak laku, beliaunya datang ke saya, kemudian saya tanya mau apa yang dibantu, kemudian akhirnya dapat kontrak dengan sebuah televisi swasta, katanya. \" Walaupun beliau maestronya, tapi beliau menghormati ide orang. Waktu itu saya sampaikan Ketroprak Humor sebagian besar tolong di alihkan menjadi Bahasa Indonesia, akhirnya waktu itu tampil di salah satu stasiun televisi, sampai 6 tahun lho. Jadi pengalaman di situ menjadi terkesan lah dengan concern beliau dalam proses regenerasi seniman-seniman berikutnya,” ungkapnya.
Pusat Humas Depnakertrans
|